Kabar Nasional
Pemerintah Tarik Satu Juta Tabung Gas 3 Kg Rusak
Kamis, 29 Juli 2010 21:06 WIB
Jakarta, (tvOne).
Sebanyak satu juta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram telah ditarik Pemerintah karena rusak dan tak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), seperti dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono.
"Sekarang yang jelas sudah satu juta ditarik," kata Agung ketika ditemui sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (30/7).
Definisi tabung rusak, menurut Agung, adalah tabung yang memiliki katup yang tak sempurna. Kerusakan katup itu biasanya disebabkan karena proses pengoplosan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. "Nah terhadap tabung-tabung seperti ini akan ditarik bersamaan dengan tabung tidak berlogo SNI," kata Agung.
Penarikan tabung itu dilakukan secara alami, yaitu pada saat pemilik tabung melakukan pengisian ulang, jelas Agung. Jika diketahui ada kerusakan saat melakukan pengisian, maka petugas akan menarik tabung tersebut.
Selain itu, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi pemakaian dan perawatan tabung gas beserta aksesorisnya. Sosialisasi akan dilakukan di setiap rumah atau komunitas, tambah Agung.
Agung menjelaskan, penarikan tabung yang tak standar akan terus dilakukan hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Pemerintah memutuskan untuk menarik sembilan juta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram yang beredar di masyarakat karena tidak memenuhi SNI.
Agung Laksono mengatakan, sembilan juta tabung gas itu akan ditarik pada saat pengisian ulang di depo Pertamina. Pemerintah, menurut Agung, telah memerintahkan Pertamina agar menahan distribusi sembilan juta tabung tersebut agar tidak beredar kembali di masyarakat.
Menko Kesra mengatakan mutu sembilan juta tabung gas itu sebenarnya bukan berarti jelek, namun tidak memenuhi SNI karena diimpor dari Australia dan Jepang. "Yang tak SNI itu yang ditarik. Ada sekitar sembilan juta yang ditengarai tidak berstandar. Itu impor standar Australia," ujarnya.
Selain menarik tabung tak berstandar SNI, kata dia, maka pemerintah tidak merencanakan memperbaiki mutu tabung gas sudah berstandar SNI karena dinilai sudah cukup baik.
Kementerian Kesra juga akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pertamina untuk mengadakan sosialisasi dari rumah ke rumah sampai tingkat kecamatan.
Sosialisasi mengikutsertakan tenaga teknis yang akan mengajarkan masyarakat cara penggunaan tabung gas yang benar. Banyaknya tabung gas ukuran tiga kilogram yang tidak memenuhi syarat telah mengakibatkan terjadinya musibah ledakan di berbagai daerah. Ledakan tabung gas antara lain disebabkan regulator yang bermasalah secara teknis.
Ledakan tabung gas tiga kg itu telah menimbulkan korban baik rusaknya rumah hingga timbulnya korban yang luka-luka baik ringan maupun berat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam berbagai kesempatan telah meminta berbagai instansi terkait untuk menangani masalah ini secara maksimal. (Ant)
http://nasional.tvone.co.id/berita/view/42312/2010/07/29/pemerintah_tarik_satu_juta_tabung_gas_3_kg_rusakhttp://nasional.tvone.co.id/berita/view/42312/2010/07/29/pemerintah_tarik_satu_juta_tabung_gas_3_kg_rusak/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar