Show me an example My title page contents RafiAtha: nasional
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juli 2010

Disperindag Segera Data Tabung Gas 3 Kilogram

kunjungi blog teman : http://rafiatha.wordpress.com
Kabar Jabodetabek


Disperindag Segera Data Tabung Gas 3 Kilogram

Selasa, 20 Juli 2010 22:41 WIB



Seorang pekerja menyusun tabung gas 3 Kg di Tangerang Banten

VIVAnewsBekasi, (tvOne).




Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi segera melakukan pendataan tabung gas ukuran tiga kilogram di masyarakat untuk diuji kelayakannya. "Kami mensinyalir ada tabung gas yang tak layak pakai tetap diedarkan hingga berpotensi terjadi ledakan," kata kepala Disperindag Kota Bekasi, Aan Suhanda di Bekasi, Selasa, (20/7).



Pendataan dilakukan dengan memeriksa kondisi tabung gas sesaat sebelum diisi gas di stasiun pengisian bahan bakar elpiji yang tersebar di daerah itu. Dia mengatakan, hasil investigasi menunjukkan beberapa kali ledakan



Aan meminta warga meningkatkan kehati-hatiannya dalam menggunakan tabung gas dan mengetahui tata cara pemakaian secara benar hingga ledakan bisa dihindari. "Program konversi minyak tanah ke gas harus didukung semua pihak, karena ada penghematan anggaran negara yang besar dan kalaupun terjadi kecelakaan harus diupayakan diminimalkan," ujarnya.



Aan juga berharap Pertamina terus menerus melakukan sosialisasi penggunaan kompor gas serta informasi lain untuk mengetahui kebocoran gas.



Sementara Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Imam Sugianto menyambut baik pengawasan yang dilakukan Disperindag. Pihak kepolisian sendiri, menurut Imam, juga akan melakukan pengawasan dalam bentuk lain yaitu merazia dan mencari pihak-pihak yang melakukan pengoplosan gas.



Selain itu dia telah menugaskan jajarannya untuk mencari pelaku isi ulang gas serta tempat pembuatan peralatan gas ilegal yang menjadi pemicu sejumlah ledakan di daerah itu.



Dalam beberapa kali kejadian ledakan gas di daerah itu, beberapa orang yang akan dijadikan tersangka ternyata sudah lebih dulu meninggal akibat luka-luka bakar yang dideritanya.



Ledakan gas di Kota Bekasi tercatat lebih dari 10 kali, yang mengakibatkan sekitar 20 orang luka bakar. Penyebab ledakan gas diduga tabung palsu bukan milik Pertamina berikut regulator, selang dan aksesoris yang berkualitas rendah. "Penyebab sejumlah ledakan gas mengarah ke sana selain dari masyarakat sendiri yang tidak tanggap dalam menempatkan tabung serta kondisi ventilasinya," katanya. (Ant)

http://jabodetabek.tvone.co.id/berita/view/41966/2010/07/20/disperindag_segera_data_tabung_gas_3_kilogram/

Tabung Gas Tak Layak Banyak Beredar di Masyarakat

kunjungi blog teman : http://rafiatha.wordpress.com
Kabar Nusantara


Tabung Gas Tak Layak Banyak Beredar di Masyarakat

Kamis, 22 Juli 2010 20:21 WIB

Ciamis, (tvOne).



Kasus ledakan tabung gas elpiji terus terjadi di masyarakat, hal itu mendorong sejumlah tim gabungan baik dari Kepolisian di daerah dan petugas dari Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) tabung gas tak layak maupun non-Standar Nasional Indonesia (SNI).



Sebanyak 165 tabung gas elpiji tak layak jual ditemukan saat Balai Metrologi dan Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Kabupaten Ciamis, Jabar, menggelar sidak, Kamus, (22/7).



Tabung tak layak pakai tersebut ditemukan di beberapa agen dan pangkalan, seperti dikatakan Kasi Distribusi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi (Disperindagkop), Kabupaten Ciamis, Dadan Sugista. "Tabung gas yang ditemukan tak layak pakai itu terpaksa kami segel tidak untuk dijual," kata Dadan.



Tabung gas tak layak jual itu seperti kurang dari berat isi tabung gas 3 Kg yang kurang dari 8 kg berat standar, serta tabung bocor dan tampak rusak serta tidak ada karet pada pentil tabung, jelas Dadan.



Inspeksi mendadak bukan kali pertama dilakukan itu, kali ini melakukan pemeriksaan tabung gas di sejumlah wilayah di pesisiran Ciamis kota, jelasnya. "Sengaja sekarang lebih terfokus di beberapa kecamatan luar perkotaan, karena saya nilai pengguna elpiji yang paling rentan rusak banyak terdapat dipesisian," katanya.



Tabung gas yang disegel petugas, akan menelusuri sumber asal dari tabung gas tersebut, dengan mempertanyakan kepada pihak SPBE atau pangkalan penyaluran tabung gas, tegas Dadan. "Mengingat kurangnya bobot standar gas elpiji hampir ditemukan di sebanyak 119 pengkalan di lima Kecamatan, itu patut dipertanyakan," katanya.



Selain mendatangi beberapa agen dan pangkalan tabung gas, tim gabungan tersebut memeriksa SPBE Nikmatul Jawahir di Karangkamulyan, untuk melihat langsung proses pengisian tabung gas. "Kami tidak menemukan tabung gas yang bocor dan rusak di SPBE yang sudah kami periksa," katanya.



Sementara itu, terkait penemuan tabung gas tak layak pakai yang lebih banyak tidak memenuhi standar berat isi dibandingkan kerusakan dan bocor, Dadan mengimbau kepada setiap pangkalan selalu memeriksa kembali berat isi tabung gas.



Meskipun pemeriksaan tabung gas yang dikhawatirkan terjadi kerusakan seperti bocor sudah dilakukan SPBE, kata Dadan pihak agen dan pangkalan juga perlu melakukan pemeriksaan kebocoran tabung gas dengan cara merendam tabung ke dalam air. "Untuk mengecek tabung gas yang bocor kami harapkan masyarakat juga memeriksanya kembali dengan merendam tabung ke dalam air." katanya. (Ant)

http://nusantara.tvone.co.id/berita/view/42040/2010/07/22/tabung_gas_tak_layak_banyak_beredar_di_masyarakat/

Pemerintah Tarik Satu Juta Tabung Gas 3 Kg Rusak

kunjungi blog teman : http://rafiatha.wordpress.com
Kabar Nasional


Pemerintah Tarik Satu Juta Tabung Gas 3 Kg Rusak

Kamis, 29 Juli 2010 21:06 WIB

Jakarta, (tvOne).



Sebanyak satu juta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram telah ditarik Pemerintah karena rusak dan tak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), seperti dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono.



"Sekarang yang jelas sudah satu juta ditarik," kata Agung ketika ditemui sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (30/7).



Definisi tabung rusak, menurut Agung, adalah tabung yang memiliki katup yang tak sempurna. Kerusakan katup itu biasanya disebabkan karena proses pengoplosan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. "Nah terhadap tabung-tabung seperti ini akan ditarik bersamaan dengan tabung tidak berlogo SNI," kata Agung.



Penarikan tabung itu dilakukan secara alami, yaitu pada saat pemilik tabung melakukan pengisian ulang, jelas Agung. Jika diketahui ada kerusakan saat melakukan pengisian, maka petugas akan menarik tabung tersebut.



Selain itu, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi pemakaian dan perawatan tabung gas beserta aksesorisnya. Sosialisasi akan dilakukan di setiap rumah atau komunitas, tambah Agung.



Agung menjelaskan, penarikan tabung yang tak standar akan terus dilakukan hingga mencapai target yang telah ditetapkan.



Pemerintah memutuskan untuk menarik sembilan juta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram yang beredar di masyarakat karena tidak memenuhi SNI.



Agung Laksono mengatakan, sembilan juta tabung gas itu akan ditarik pada saat pengisian ulang di depo Pertamina. Pemerintah, menurut Agung, telah memerintahkan Pertamina agar menahan distribusi sembilan juta tabung tersebut agar tidak beredar kembali di masyarakat.



Menko Kesra mengatakan mutu sembilan juta tabung gas itu sebenarnya bukan berarti jelek, namun tidak memenuhi SNI karena diimpor dari Australia dan Jepang. "Yang tak SNI itu yang ditarik. Ada sekitar sembilan juta yang ditengarai tidak berstandar. Itu impor standar Australia," ujarnya.



Selain menarik tabung tak berstandar SNI, kata dia, maka pemerintah tidak merencanakan memperbaiki mutu tabung gas sudah berstandar SNI karena dinilai sudah cukup baik.



Kementerian Kesra juga akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pertamina untuk mengadakan sosialisasi dari rumah ke rumah sampai tingkat kecamatan.



Sosialisasi mengikutsertakan tenaga teknis yang akan mengajarkan masyarakat cara penggunaan tabung gas yang benar. Banyaknya tabung gas ukuran tiga kilogram yang tidak memenuhi syarat telah mengakibatkan terjadinya musibah ledakan di berbagai daerah. Ledakan tabung gas antara lain disebabkan regulator yang bermasalah secara teknis.



Ledakan tabung gas tiga kg itu telah menimbulkan korban baik rusaknya rumah hingga timbulnya korban yang luka-luka baik ringan maupun berat.



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam berbagai kesempatan telah meminta berbagai instansi terkait untuk menangani masalah ini secara maksimal. (Ant)

http://nasional.tvone.co.id/berita/view/42312/2010/07/29/pemerintah_tarik_satu_juta_tabung_gas_3_kg_rusakhttp://nasional.tvone.co.id/berita/view/42312/2010/07/29/pemerintah_tarik_satu_juta_tabung_gas_3_kg_rusak/